Kecamatan Takkalalla Tutup Safari Pendidikan Pemkab Wajo
Bupati Wajo: Tenaga Honorer Minta Diinventarisasi
Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru menginginkan seluruh aparat pendidikan di Kabupaten Wajo memiliki program kerja dan sasaran tersendiri dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, bukan aparat tiba masa tiba akal. Selain itu, guru juga ditekankan memiliki rasa social tinggi, berkepribadian luhur, bermoral dan menyandang derajat pendidikan tinggi. Alasan Bupati mengungkap hal tersebut karena menurutnya guru adalah tauladan bagi seluruh generasi muda penerus bangsa ini. Jika guru tidak memiliki keempat poin tersebut, niscaya kualitas dan potensi pendidikan di Kabupaten Wajo bahkan dinegara kita ini dapat tercapai, katanya.
Hal ini diungkapkannnya pada penggelaran Safari Pendidikan di Kecamatan Takkalalla, Rabu, 21/7, kemarin. Safari Pendidikan kali ini adalah safari penutup setelah 13 kecamatan lainnya se Kabupaten Wajo ambil bagian. Seperti safari-safari sebelumnya, Bupati Wajo dan ketua TP PKK Wajo Hj Andi Faikah Burhanuddin Unru beri bantuan kepada siswa berprestasi masing-masing kecamatan.
Ditempat itu, Mantan Camat Takkalalla ini menhembuskan angin segar kepada pegawai dan guru honorer yang kini bertugas di Kabupaten Wajo. Diperintahkannya seluruh tenaga honor lingkup pemkab Wajo agar diinventarisasi, pasalnya dalam waktu dekat ini pendataan pegawai dan guru honorer akan digelar untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). “Saat ini pihak pemerintah kabupaten Wajo tengah berupaya memperjuangkan nasib para tenaga honor agar diangkat menjadi CPNS ditingkat pusat, jadi berdoa saja semoga semuanya dapat terangkat,” tuturnya.
Di sisi lain, Bupati juga mengutarakan niatnya untuk menjadikan kabupaten Wajo adalah daerah pendidikan, yang mana dalam pelaksanaannya aparat dan masyarakat diminta untuk menjunjung tinggi nilai-nilai budaya local seperti filosofi 3 S (Sipakatau, Spakalebbi dan Sipakainge) dan Filosofi Maradeka To WajoE Taro Fasoro Gau’na Tanaemi Ata Naiya Tau MekketanaE To Maradeka Maneng.
“Terapkan filosofi leluhur kita dalam berkomunikasi dan mengambil tindakan, baik itu dalam bidang pemerintahan, berpolitik, bermasyarakat dan beragama, pasalnya, filosofi tersebut sejalan dengan hokum dan aturan-aturan yang berlaku dialam kita ini,” pungkas Bupati.
Sementara itu, diawal acara Camat Takkalalla Andi Besse Suhemi melaporkan profil pendidikan di daerah nya. Diungkapnya jumlah sekolah yang ada di Takkalalla terbagi atas Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 11 Unit, Taman Kanak-kanak (TK) 9 Unit, SDN 26 dan SD Swasta 2 Unit, SMPN 3 dan SMP seatap 2 Unit serta SMA 1 Unit. Jumlah sekolah tersebut dibina oleh sekitar 40 persen guru PNS dan 60 persen guru honorer dari jumlah guru yang mengajar di Kecamatan Takkallla.
Dihari yang sama, Bupati Wajo menandatangani prasasti penggunaan tempat Wudhu Mesjid Besar Sangkuru Kelurahan Peneki Kecamatan Takkalalla dan Pengguntingan pita dilakukan oleh Ketua TP PKK Wajo Hj Andi Faikah Burhanuddin. Bantuan pun mengalir untuk mesjid itu, Bupati beri bantuan sebesar Rp 10 juta dan Istrinya secara pribadi beri Rp 5 Juta untuk tambahan biaya pembangunan.
Bupati Wajo: Tenaga Honorer Minta Diinventarisasi
Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru menginginkan seluruh aparat pendidikan di Kabupaten Wajo memiliki program kerja dan sasaran tersendiri dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, bukan aparat tiba masa tiba akal. Selain itu, guru juga ditekankan memiliki rasa social tinggi, berkepribadian luhur, bermoral dan menyandang derajat pendidikan tinggi. Alasan Bupati mengungkap hal tersebut karena menurutnya guru adalah tauladan bagi seluruh generasi muda penerus bangsa ini. Jika guru tidak memiliki keempat poin tersebut, niscaya kualitas dan potensi pendidikan di Kabupaten Wajo bahkan dinegara kita ini dapat tercapai, katanya.
Hal ini diungkapkannnya pada penggelaran Safari Pendidikan di Kecamatan Takkalalla, Rabu, 21/7, kemarin. Safari Pendidikan kali ini adalah safari penutup setelah 13 kecamatan lainnya se Kabupaten Wajo ambil bagian. Seperti safari-safari sebelumnya, Bupati Wajo dan ketua TP PKK Wajo Hj Andi Faikah Burhanuddin Unru beri bantuan kepada siswa berprestasi masing-masing kecamatan.
Ditempat itu, Mantan Camat Takkalalla ini menhembuskan angin segar kepada pegawai dan guru honorer yang kini bertugas di Kabupaten Wajo. Diperintahkannya seluruh tenaga honor lingkup pemkab Wajo agar diinventarisasi, pasalnya dalam waktu dekat ini pendataan pegawai dan guru honorer akan digelar untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). “Saat ini pihak pemerintah kabupaten Wajo tengah berupaya memperjuangkan nasib para tenaga honor agar diangkat menjadi CPNS ditingkat pusat, jadi berdoa saja semoga semuanya dapat terangkat,” tuturnya.
Di sisi lain, Bupati juga mengutarakan niatnya untuk menjadikan kabupaten Wajo adalah daerah pendidikan, yang mana dalam pelaksanaannya aparat dan masyarakat diminta untuk menjunjung tinggi nilai-nilai budaya local seperti filosofi 3 S (Sipakatau, Spakalebbi dan Sipakainge) dan Filosofi Maradeka To WajoE Taro Fasoro Gau’na Tanaemi Ata Naiya Tau MekketanaE To Maradeka Maneng.
“Terapkan filosofi leluhur kita dalam berkomunikasi dan mengambil tindakan, baik itu dalam bidang pemerintahan, berpolitik, bermasyarakat dan beragama, pasalnya, filosofi tersebut sejalan dengan hokum dan aturan-aturan yang berlaku dialam kita ini,” pungkas Bupati.
Sementara itu, diawal acara Camat Takkalalla Andi Besse Suhemi melaporkan profil pendidikan di daerah nya. Diungkapnya jumlah sekolah yang ada di Takkalalla terbagi atas Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 11 Unit, Taman Kanak-kanak (TK) 9 Unit, SDN 26 dan SD Swasta 2 Unit, SMPN 3 dan SMP seatap 2 Unit serta SMA 1 Unit. Jumlah sekolah tersebut dibina oleh sekitar 40 persen guru PNS dan 60 persen guru honorer dari jumlah guru yang mengajar di Kecamatan Takkallla.
Dihari yang sama, Bupati Wajo menandatangani prasasti penggunaan tempat Wudhu Mesjid Besar Sangkuru Kelurahan Peneki Kecamatan Takkalalla dan Pengguntingan pita dilakukan oleh Ketua TP PKK Wajo Hj Andi Faikah Burhanuddin. Bantuan pun mengalir untuk mesjid itu, Bupati beri bantuan sebesar Rp 10 juta dan Istrinya secara pribadi beri Rp 5 Juta untuk tambahan biaya pembangunan.



